Archive for the ‘Curcol..=)’ Category

HAPPY BIRTHDAY TO ME…22 years old

Kejutan lagi….5 januari 2010, pukul 22.00 wib.
Teruntuk sahabatku GINAERS 3rd floor


1.pintu kamar digedor-gedor saat lagi konsen belajar,

2.buka pintu, ada teman-temanku GINAERS 3rd floor yang manis, tersenyum sambil membawakan kue ultah,

3.make a wish..no.not only a wish..but wishes,hopes and many more…for me, my family,my friends, and all the people around me.tiup llin..

4. aku diikat…seperti sandera perang..tanpa perlawanan.=(….
Tapi untung ada CUCU…ketipu, ulang tahunnya dirayain bareng denganku..

5. di bawa ke ruang tengah kosan..guest what?…there are so many balloons…

6.posisi balonnya tinggi sekaliiiii….dan aku harus memecahkan balon dengan posisi tangan terikat, dan garpu di mulut…and the result……….I cant reach that balloons.yeaahhh…dan harus cari cara lain…
– pake kursi?
– loncat ?
aku pilih keduanya…dan balon pun dipecahkan, dan di dalamnya ada kertas berisi Clues yang harus dipecahkan

7.baru setengah balon dipecahkan…tiba-tiba….
duaarrrr…aku dan Cucu diguyur…basah..basah..teriakan

8. harus tetap memecahkan balon..dan tiba-tiba lagi….masker tepung terigu mendarat di wajah dan rambutku…yaiikksss….kembali…teriakan membahana..dan…semua teman-temanku berlarian mencari tempat persembunyian…menghindar agar tidak ditempeli masker tepung olehku dan cucu…

9.sunyi senyap..semua sembunyi..
aku dan cucu menanti mereka…berharap ada celah untuk masuk ke tempat persembunyian…dan….tarrrraaaaaammmmmm
berhasil..kesabaran itu membuahkan hasil…mangsa berhasil ditangkap…:
– Rinrin…sambil menagcungkan pisau..hahaah.( horor euy.)
– CICI…Miss perencana, yang buat basah-basahan dan masker…Finally..untuk sekian kali perayaan ulang tahun di Gina..baru kali ini kena masker..=)
– Riska… Miss PaUn..yang berembuk dulu bersama miss Nayla untuk keluar dari persembunyian..
– nayla…jerawatnya pecah kena masker..=)
– Fitri..yang sudah sembunyi ke lantai 2,.tapi tetap saja..tertipu dan kenaaa…..

10. udah an ahhh..mau belajar..(katanya…)..stop all of the mess..

11. potong kue..dan lagi….kejutan….dilepotin kue ultah…ckckckc…

12. makan kue…dan..lanjutin mecahin balon

13.menyusun 16 huruf yang didapat dari balon..

and the result is…TONG OREN BAU BUSUK….apalagi ini?…Teman-temanku bilang..itu posisi kado ulang tahun..2 tempat yang berbeda.

14. mencari…dan mencarii….

15. ketemu deh…hadiahnya…di tong sampah( clue:BAU BUSUK )dan…tower air yang warna oren di lantai atas (clue :      TONG OREN )

16.makasih teman-teman…buka hadiahnya…

17.baju batik…hihihihih,,,bagus euy…
Cucu dapat lampu belajar…

18. sekali lagi MAKASIH BANYAK TEMAN-TEMANKU…<3 U ALL

19. bersih-bersih…ngepel…nyapu…cuci muka dan keramas…

20.masuk kamar lagi, ganti baju yang basah,,dan menulis note ini.

Saatku melangkah sendiri di sini, ternyata ALLAh hanya mengujiku sesaat,
lantas aku diberi keindahan,
terbalut dengan ukhuwah
dihiasi dengan cinta
dan ditopang dengan kepercayaan…
terima kasih sahabat…


A cheese is for pizza
passport for visa
butter for bread
needle for thread
cream for cake
water for lake
leaf for tree
GOOD FRIENDS LIKE YOU ALL ARE FOREVER FOR ME…

Semoga dengan bertambahnya usiaku ini.bertambah pula rasa syukurku terhadap penciptaku yang Maha Besar..ALLAH SWT…terima kasih telah mengizinkanku menjadi hamba-Mu di muka bumi ini..
jadikanlah hamba termasuk golongan yang Engkau beri petunjuk dan nikmatMu…Ammiiiiiinnn..


Advertisements

KOMUNIKASIKAN DENGAN BAIK DARI SEBUAH KESALAHPAHAMAN.

Kejadian hari ini bagaikan de javu bagi saya pribadi. Membuat saya Flashback ke masa yang silam, sekitar tahun 2004 saat saya kelas dua SMA.

Cerita saya berawal dari dari hari ini tanggal 1 Januari 2010. Hari ini salah satu dari anak kosan saya berulang tahun, dan seperti biasa, kami warga kosan akan mengadakan surprise party. Yah, namanya lagi masa liburan anak kuliahan, so,yang hadir pun tidaklah seberapa, hanya 5 orang saja, termasuk saya.

Ketika semua rangkaian acara disusun, tiba-tiba salah seorang anak kosan berkata, ” Sebaiknya saya ga usah ikutan teh, takut merusak suasana ulang tahun “. Saya pun menjadi bingung, namun semua anak kosan sudah pada maklum, mungkin mereka juga sudah pada tahu masalah yang terjadi antara yang punya hajatan dan teman saya yang satu ini.

Sungguh, hati saya sedikit mencelos, karena sebenarnya saya juga tahu masalah yang yang terjadi antara mereka berdua, tapi karena kesibukan saya belakangan ini, mulai dari kuliah, ujian, skripsi, kkn dan lainnya membuat saya kurang peka, bahwa sebenarnya masalahnya sudah sangat berlarut-larut. Sampai semuanya terkuak ketika saya meminta teman saya ini untuk becerita secara detail masalah apa sebenarnya yang terjadi.

Dengan derai air mata, teman saya mulai bercerita kronologis masalahnya, mulai dari awal, hingga yang terjadi hari ini. Hmmh… Saya sedikit shock, terharu dan merasa De Javu, karena saya pernah mengalami hal yang terjadi pada teman saya ini, dengan posisi sebagai lawan. Ya, posisi saya sebagai lawan.

Dulu ketika SMA kelas 2, saya punya seorang sahabat perempuan, ya, boleh dibilang kami ini sangat lengket. Duduk selalu berdua, mengerjakan tugas selalu bareng dan banyak hal yang kami lakukan bersama. Saya masih ingat tulisan yang dibuat sahabat saya ini di hadiah ulang tahun saya, ” Jangan sampai jatuh….”. Sampai sesuatu hal terjadi di antara kami. Dan kata2 yang dia buat di hari ulang tahun saya itu menjadi tidak berarti lagi, hilang seluruh maknanya. Dan sekarang status kami tidaklah menjadi sahabat lagi, tapi hanya sebatas teman. Ya, hanya teman.

Jika diingat lagi sekarang, rasanya masalah yang dulu itu hanyalah sebuah kelalaian dari sebuah komunikasi yang harusnya terbuka di antara kami. Saya mendengar dari orang lain bahwa sahabat saya ini membicarakan sesuatu di belakang saya. Dan dulu, saya merasa sangat tidak bisa menerima kenyataan, bahwa teman sahabat saya ini tega berkata demikian, dan ditambah pula, saking kesalnya, saya tidak langsung konfirmasi kepada sahabat saya. Ya, itulah kesalahan saya, membiarkan semuanya berlarut. Sahabat saya pun mungkin tidak tahu kenapa saya marah kepadanya. Saya jika marah, mungkin akan langsung ke orangnya, tapi, saya terlalu sayang kepada sahabat saya ini, sehingga saya tidak sanggup untuk marah padanya, sehingga saya menghukum diri sendiri dengan mendiamkannya, dan sampai semuanya berlarut. Saya tidak lagi menaruh respect kepadanya. Jika dia berbicara saya cuekin. Sungguh, saya benar-benar menganggapnya tiada. Menganggap sahabat saya tidak ada lagi, semua pintu hati tertutup untuknya. Dia pun merasakan perubahan yang terjadi pada diri saya, tapi saya tidak tahu, apakah dia tahu, kenapa saya bersikap seperti itu kepadanya. Dan sekali lagi, semuanya hanya sebuah kelalaian komunikasi. Kami berdua sama sekali tidak ada yang mau memulai komunikasi untuk membicarakan masalah tersebut. Semuanya dibiarkan berlarut-larut.

Sampai satu setengah tahun kedepannya, setelah masalah itu terjadi,ketika  acara perpisahan, hubungan yang dulu sempat terkoyak kembali terjalin.

Saya pun heran. Ketika acara perpisahan akan berakhir, sahabat saya datang menghampiri dan memeluk saya, sambil berkata…”Maafin gw.., sambil terisak“. Dan akhirnya hati saya yang keras dulu, luluh, balas memeluknya. Dengan linangan air mata, saya pun berkata, ” Maafin gw juga..”. Ya, mulai hari itu, suasana yang dulu kaku mulai mencair.

Dan sekarang hal ini terjadi pada anak kosan saya, yang akhirnya saya tahu dari teman saya ini, berada di posisi sahabat saya yang dulu juga tidak menyenangkan. Keduanya saling menahan perasaan, hingga menyakiti hati sendiri.

Ya, sekarang saya lebih sangat mengerti. Dulu mungkin masa muda yang labil, dan sekarang seiring berjalannya waktu, semuanya tumbuh dewasa. tidak lagi menganggap hal sepele menjadi hal yang besar. Saya sangat bersyukur, bahwa pengalaman saya waktu dulu, bisa membantu teman kosan saya saat ini yang mengalami masalah yang sama dengan saya.

Ya, semuanya hanya masalah komunikasi. Dan Akhirnya kita mempertemukan 2 orang yang bermasalah ini dan berkata dari hati ke hati…dan memang benar, semuanya ada di komunikasi. Dan akhirnya mereka kembali berbaikan.

Jika dipikir sekarang, sedikit saja ada kesalahpahaman yang tidak dimaknai dengan komunikasi yang baik, akan membuat sebuah hubungan kandas. Komunikasikanlah dengan baik apa yang membuat suatu kesalahpahaman terjadi. Jangan biarkan berlarut-larut sampai semuanya menjadi kerak hitam yang tidak bisa dibersihkan lagi.